Friday, September 10, 2010

Perjalanan Hidup

Entah mengapa saya gemar menghayati puisi The Journey oleh Mary Oliver sejak beberapa tahun yang lalu.

Puisi yang saya temui di dalam majalah Oprah yang sudah dibuang ke dalam tong sampah di pejabat sekitar penghujung tahun 2001 sentiasa memberi semangat baru kepada saya untuk meneroka jalan yang sunyi, memekakkan telinga daripada suara-suara pembunuh semangat dan mula mendengar dan mempercayai suara hati sendiri.

Puisi itu telah memberi inspirasi hebat kepada jiwa saya untuk membuat keputusan meninggalkan pekerjaan tetap di sebuah NGO tempatan dan menaiki keretapi ke Laos untuk berkhidmat sebagai sukarelawan selama setahun 5 bulan di Vientiane.

Malam ini saya kembali menikmati puisi itu untuk mendapatkan suntikan inspirasi jiwa untuk meneruskan suatu misi yang sudah lama tertangguh.

10 tahun menimba ilmu di dalam dunia NGO (yang kadang-kadang menyesakkan jiwa dengan politik orang-orang NGO) saya kira sudah cukup untuk saya mengorak langkah, menaikkan sauh dan mengemudikan perahu sendiri menuju laut lepas. (Saya juga obses dengan puisi Sea Fever oleh John Masefield!).

Nikmatilah The Journey. Semoga ia juga dapat memberi inspirasi kepada jiwa yang mahu bebas!

The Journey

One day you finally knew
what you had to do, and began,
though the voices around you
kept shouting
their bad advice --
though the whole house
began to tremble
and you felt the old tug
at your ankles.
"Mend my life!"
each voice cried.
But you didn't stop.
You knew what you had to do,
though the wind pried
with its stiff fingers
at the very foundations,
though their melancholy
was terrible.
It was already late
enough, and a wild night,
and the road full of fallen
branches and stones.
But little by little,
as you left their voices behind,
the stars began to burn
through the sheets of clouds,
and there was a new voice
which you slowly
recognized as your own,
that kept you company
as you strode deeper and deeper
into the world,
determined to do
the only thing you could do --
determined to save
the only life you could save.

~ Mary Oliver ~


Wednesday, September 01, 2010

Point to ponder for tonight

We spend most of our lives cutting down our ambitions because the world has told us to think small.

Dreams express what your soul is telling you, so as crazy as your dream might seem - even to you- I don't care.

You have to let that out.

~Eleni Gabre-Madhin, former World Bank economist who returned to her native Ethiopia to realise her dreams of setting up Ethiopia Commodity Exchange that will help Ethiopia feed itself.~

Sunday, August 29, 2010

Pustaka hati

Alhamdulillah, perpustakaan di Rumah Anak Yatim Nur Hidayah, Kg. Cheh di Bukit Gantang telah selamat ditubuhkan siang tadi.




Anak-anak penghuni rumah ini segera menikmati buku-buku yang telah disusun oleh para sukarelawan Islamic Relief.



Anak kecil ini pula mencapai sebuah buku tanpa disuruh-suruh dan mengeja patah-patah perkataan dengan tekun sekali.



Saya berasa sungguh bahagia!

Tuesday, August 24, 2010

Kembali



Kami telah ke sana pada awal tahun 2008 dan menubuhkan sebuah kutub khanah kecil untuk kegunaan anak-anak yatim dan miskin di situ.



Ketika itu saya berasa ralat sedikit kerana dengan dana yang kami kumpulkan itu, tidak banyak buku yang dapat dibeli dan disediakan untuk penghuni rumah itu.

Saya berjanji di dalam hati,

“Suatu hari nanti, mereka akan mendapat lebih banyak buku!”



Alhamdulillah, pada hujung minggu ini, janji itu akan ditunaikan apabila Islamic Relief akan menubuhkan perpustakaan dengan buku-buku baru yang lebih banyak untuk penghuni Rumah Nurhidayah.

Saya berasa sungguh puas!